"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Tuesday, 10 December 2019

Pemkab Banyuwangi Tambah Pasar Layanan Publik

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur menambah unit “Pasar Pelayanan Publik”, di Pasar Tradisional Kecamatan Rogojampi.

Sebelumnya, Kabupaten Banyuwangi telah punya Pasar Pelayanan Publik (PLP) yang terintegrasi dengan Pasar Tradisional Genteng. Pasar Pelayanan Publik adalah unit pelayanan publik yang terintegrasi dengan pasar tradisional.

“PLP ini untuk mendekatkan layanan ke warga. Sambil belanja mereka bisa mengurus banyak hal, mulai dokumen kependudukan sampai beberapa jenis perizinan di lahan eks pasar hewan. Pasar itu telah direnovasi,  dan kini rampung sekitar 75 persen,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat meninjau di Pasar Rogojampi, Selasa (10/12/19).

Banyuwangi telah mempunyai Mal Pelayanan Publik (MPP) sejak 2017 yang mengintegrasikan lebih dari 200 dokumen/izin di satu tempat. Kini total ada 3 tempat pelayanan publik terpadu, yaitu MPP, Pasar Pelayanan Publik Genteng, dan Pasar Pelayanan Publik Rogojampi. 

“Pembangunan pasar pelayanan publik ini adalah ikhtiar untuk memeratakan kualitas pelayanan sekaligus memudahkan warga dalam mengurus dokumen, Kedepan, lanjut bupati asal Blokagung ini, akan di bangun beberapa titik pasar di kecamatan-kecamatan lainnya,” ujar Anas.

Pasar pelayanan publik Rogojampi ini memiliki konsep terintegrasi dengan pasar tradisional sekaligus public space yang ditujukan bagi area berkegiatan milenial. "Gedung pasar pelayanan publik ini ada dua lantai. Lantai satu diisi dengan kios-kios pedagang pasar termasuk kantor layanan publik. Di lantai duanya kita jadikan space untuk publik beraktivitas,” katanya.

Di lantai satu terdiri dari 100 kios yang bakal diisi oleh para pedagang tradisional dari Pasar Besar Rogojampi. Sebagian pedagang memang bakal dipindah di lokasi ini agar pasar besar lebih rapi dan tertata. Pedagang yang mengisi mulai pedagang pakaian, kelontong hingga sayur-mayur. “Tentunya nanti akan ditata sedemikian rupa sehingga pasar tetap bersih dan rapi. Karena kan ada kantor pelayanan publik yang berada di bagian depan pasar,” cetus Anas.

Sedangkan untuk space publik tersebut, lanjutnya, bisa dipakai untuk berbagai kegiatan salah satunya untuk menyalurkan bakat dan kreativitas para milenial. Space publik ini juga nantinya bakal dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.

 “Mereka bisa berkreasi secara tematik, bisa dibuat jadual rutin bisa mingguan atau bulanan. Tempat ini juga bisa jadi co-working space tempat kolaborasi dan sebagainya. Selain itu space publik itu juga bisa dimanfaatkan pameran inovatif maupun potensi produk lokal yang ada disekitar,” paparnya.

Pemkap Banyuwangi, kata mantan Ketua Pimpinan Pusat IPNU Jakarta ini, menargetkan, Pasar Pelayanan Publik di Rogojampi ini akan beroperasi pada awal tahun depan. “Sekarang kita siapkan semuanya. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik,” pungkas Anas. (Kim).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: