"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Friday, 21 February 2020

Tujuh Tahun di Pasung, Pria Jember ini Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Lawang

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Seorang pria di Dusun Gumukrejo, Desa Karangsono, Bangsalsari terpaksa di pasung keluarganya selama 7 tahun lantaran membahayakan warga sekitar. Pemerintah Kabupaten Jember berusaha mengembalikan kondisi pria itu dengan mengirim ke Rumah Sakit Jiwa Lawang Malang.


Camat Bangsalsari, Dr. Murtadlo, M.Si., menjelaskan, pemerintah berupaya merujuk pria berusia 36 tahun tersebut ke RS Jiwa Lawang untuk mendapatkan perawatan intensif. “Alhamdulillah, pihak keluarganya bersedia pasien dirawat intensif di RSJ Malang. Insyaallah pekan depan kami bawa ke Malang,” terangnya di Bangsalsari, Jum’at, 21 Februari 2020.

Murtadllo menjelaskan, perhatian pemerintah kepada pasien pasung tersebut sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh Bupati Jember, dr. Faida, MMR.

Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bangsalsari, Iga Aprilia Witasari, mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan semua persyaratan adminstrasinya. “Sekarang kami masih melengkapi semua persyaratannya,” katanya. Sesuai rencana, pasien akan dirujuk pada 2 Maret 2020.

Perempuan yang akrab disapa Ega ini menceritakan, pasien pasung tersebut dipasung sejak tujuh tahun lalu, setelah secara tiba-tiba marah hingga membahayakan orang di sekitarnya.

Awalnya dia ditempatkan di kamar dalam rumah. Namun, karena masih membahayakan anggota keluarga, pasien dibuatkan ruangan khusus di depan rumah. Di tempat dengan dinding tembok tersebut, pasien menjalani hari-harinya. “Tidak sampai dirantai, hanya dikunci dari luar,” kata Ega.

Saat melakukan assessment pasien, Ega melihat kondisi pasien cukup stabil. “Pasien saat ini kondisi baik-baik saja. Bisa diajak komunikasi dengan baik. Hanya tidak mau mandi, dan jarang makan sehingga terlihat kurus,” jelasnya.

Pihak keluarga pun kooperatif hingga bersedia pasien dirawat di Malang. Sikap keluarga ini berbeda dari sebelumnya yang bersikukuh akan merawat sendiri. “Saat ini masih menempati ruangan pasung dengan perawatan dilanjutkan oleh tim RSD dr Soebandi dan Puskesmas Sukorejo,” ungkapnya. (*).

Berita Terkait Peristiwa

No comments: