"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Monday, 23 March 2020

Jember Siapkan Tempat Karantina Untuk 500 ODP dan ODR Virus Corona

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Canvid-19) yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bakal menyiapkan JSG sebagai tempat karantina untuk 500 orang ODP dan ODR.


Tempat Karantina di Jember Sport Gagrden (JSG) ini disiapkan bagi pasien warga Jember dan sekitarnya terutama bagi pasien yang masuk kategori Orang Dalam Risiko (ODR) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) Virus Corona (Canvit-19) yang memang perlu di karantina.

Karena jumlah penduduk  Jember besar dan rumah sakitnya jadi rujukan kabupaten lain maka kita siapkan JSG ini untuk karantina bagi pasien ODP dan ODR Canvit-19 yang perlu dikarantina. Demikian disampaikan Bupati dr Faida, MMR usai melihat kondisi JSG bersama Kapolres Jember, AKBP Aris Supriono, SH, M. Hum, Dandim 0824, Letkol Inf Laode M Nurdin, dan anggota Komisi D DPRD Jember, Nurhasan, Gembong Konsul Alam, dan dua anggota lain. Senin (23/3/2020).

Menurut Faida, dirinya sudah berkolaborasi dengan TNI dan Polri. “Kita perlu Jember ini terbebas dari Covid 19 memilih JSG karena paling memungkinkan nanti 1 atau 2 hari lagi sudah bisa digunakan dan  tempat ini sehari lalu sudah dibersihkan.  Nanti ODP dan ODR yang cukup sehat tidak dirawat di RS tapi di JSG dan kalau sudah negatif nanti dikembalikan lagi ke keluarganya”, jelasnya.

Hal itu dimaksudkan agar tidak membahayakn orang lain dan mereka yang di tengah keluarga bisa kekuar-keluar  dan kita berharap sudah bisa berpuasa dan lebaran dengan tenang.  Kita ingin memutus mata rantai penularan. Oleh karenanya perlu mengajak masyarakat bersama-sama memutus mata rantai ini dengan serius dan Pemkab Jember menyiapkan JSG ini.

“Kita juga sudah koordinasi dengan gugus Covid 19 Provinsi Jawa Timur untuk tempat disini bisa mencapai 500 tempat tidur dan disini petugasnya bukan hanya dari rumah sakit, tetapi juga dari Puskesmas yang sudah overload untuk tugas-tugasnya”,  pungkasnya.

Berdasar data dari Kepala Dinas Kominfo Jember Gatot Triono pada  23 Maret 2020 (jam 13.00 WIB) bahwa  Perkembangan Kewaspadaan Coronavirus disease (COVID-19) di Kabupaten Jember bahea  Jumlah Orang Sehat Dalam Risiko ( ODR ): 348  orang.

Masing-masing  terdiri dari KKP Bandara, Kemenkes RI (karantina Natuna), RS Bina Sehat, PKM Puger, PKM Gladak Pakem, PKM Rambipuji, PKM Klatakan, PKM Sumbersari, PKM Cakru, PKM Mayang, PKM Jelbuk, PKM Curahnongko, PKM Sukowono, PKM Wuluhan, PKM Tembokrejo, PKM Arjasa, PKM Umbulsari, Pkm Kemuningsari dan Pkm Ajung.

Selanjutnya  Pkm Pakusari, PKM Tanggul, Pkm Sabrang, Pkm Rowotengah, Pkm Panti, Dinkes, RSD dr Soebandi, RSD Balung, RS Kaliwates.  Sejumlah 296 orang telah dilakukan penyelidikan epidemiologi oleh petugas Puskesmas dengan hasil dalam kondisi  sehat sampai 14 hari pantauan.

Sedangkan untuk  Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 69 orang.  21 ODP sudah dipantau dengan hasil SEHAT,  48 ODP dalam pemantauan,  11 masih perawatan di RS,  37 masih dalam pemantauan oleh Puskesmas.

Untuk  Jumlah Pasien Dalam Pengawasan ( PDP) sebanyak 4 orang,  1 orang telah dilakukan pemeriksaan spesimen di Litbangkes Kemenkes RI dengan hasil : negatif   COVID-19.  3 orang isolasi di RSDS, spesimen di kirim ke  Litbangkes Kemenkes RI.

Usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi D DPRD, Selasa (17/3/2020) lalu, Plt  Kadinkes Jember Dyah Kusworini Indriaswati menjelaskan ada 3 PDP, satu diantaranya negatif, 242 orang masuk ODR,  170 orang diantaranya dinyatakan sehat setelah menjalani pemantauan selama 14 hari, sisasnya, masih dalam proses pemeriksaan dan 16 orang dalam daftar ODP.

Namun Dyah merahasiakan identitas maupun asal pasien, termasuk yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri (LN) dengan gejala influenza disamping itu  juga mereka yang datang dari bepergian seperti pergi karena Umrah, mahasiswa, termasuk para wartawan.

Sekretaris Komisi D DPRD, Nur Hasan  mendukung langkah Pemkab Jember untuk menjadikan JSG sebagai pusat karantina warga yang masuk ODP dan ODR,  terutama bagi warga yang punya riwayat perjalanan ke Luar Negeri maupun ke daerah Pendemik Convit-19.

“Untuk mengantisipasi penyebaran Convit-19 di Jember, siapapun yang punya riwayat perjalanan ke Luar Negeri maupun ke  daerah pandemik, agar dimasukkan ODR atau ODP, termasuk para wartawan.  Alhamdulillah mereka sudah periksa ke RS Soebandi. Cuman kan masih relatif, hanya periksa suhu tubuh, sebaiknya dikarantina,” harapnya. (tim).

Berita Terkait Kesehatan

No comments: