"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 16 April 2020

Sales Regulator Ditemukan Tewas dengan Mulur Berbusa


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Sales regulator elpiji, Mardian Sutono, (33 Tahun) ditemukan tak bernyawa dengan mulut dalam keadaan berbusa menggegerkan warga Jalan Panjaitan Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.


Laki-laki asal Kelurahan Bhayangkara, Kecamatan Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua tersebut pertama kali ditemukan oleh teman satu kamarnya pukul 21.00 di dalam kamarnya yang terkunci.

Kapolsek Sumbersari, Kompol Faruk Mustafa Kamil menjelaskan, korban berada di kamar seorang diri dalam kondisi terkunci. Saat itu temannya memanggil nama korban berkali-kali sambil menggedor pintu kamar kos. Tapi karena tidak ada jawaban, saksi sempat menunggu sebelum akhirnya masuk paksa dan mengetahui korban sudah tewas.

“Teman satu kamarnya itu Indra Siregar mau masuk kamar, tapi kok terkunci. Akhirnya ditunggu oleh saksi ini karena diduga korban sedang keluar, tapi hingga pukul 18.30 WIB kok gak datang korban ini, terus dilihat dari lubang kunci ternyata terkunci dari dalam,” terang Kompol Faruk, Rabu (15/4/2020). malam

Kemudian, saksi memanggil pemilik kos dan bersama-sama mendobrak pintu kamar korban. Begitu dibuka, saat itulah diketahui bahwa korban sudah tewas dalam kondisi telentang dan mulut mengeluarkan busa.

Selanjutnya, polisi tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Petugas inafis Polres Jember pun menemukan obat Interbat, Pil CTM, dan Pil Kina warna kuning.

Menurut Kapolsek, penyebab kematian korban diduga karena menderita penyakit sekaligus depresi. Hal ini sesuai keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, bahwa korban kerap mengeluh rasa sakit yang tak kunjung sembuh dan hidupnya sia-sia karena sudah bercerai dua kali.

“Dari tubuh korban tidak ditemukan luka fisik, dan dugaan sementara korban meninggal karena sakit serta depresi berdasarkan keterangan saksi. Jenazah korban langsung dibawa ke Kamar Mayat RSD dr. Soebandi,” jelasnya.

Sementara itu, Rusmani Ningsih (59), pemilik kos menjelaskan, sebelum Koban ditemukan di dalam kamarnya, korban sempat minta dibuatkan teh hangat. "Lalu, korban masuk ke kamar dan menguncinya, bahkan korban belum lama ngekos di sini dan baru dua bulanan,” imbuhnya (RF/Eros/edy)

Berita Terkait Peristiwa

No comments: