"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Saturday, 16 May 2020

Geger, Koreografer Jember Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dirumahnya

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Pria yang berprofesi sebagai koreografer dan penata rias busana Jumat (15/5/2020) malam ditemukan tewas bersimbah darah  di rumahnya dengan luka terbuka di bagian kepala belakang.

Jasad korban,  Yohanes Satriyo Leonardo Gerry  (35 tahun) diketemukan dalam kondisi tengkurep didalam salah satu kamar,  dirumahnya di jalan Kertabumi 32,  RT 3/RW 007, Lingkungan Telengsari, kelurahan Jember Kidul, kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Fran Delanta Kembaren  membenarkan kejadian itu. "Iya benar, korban bernama Gery, dugaan sementara korban dianiaya hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.  Saat ini masih didalami penyebabnya”, jelasnya.

Fran menjelaskan korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB tadi. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tergeletak tengkurap di dalam kamar rumahnya. Polisi menduga korban sudah tak bernyawa di dalam kamar lebih dari dua hari.

"Kira-kira sudah 2-3 hari, kali pertama diketahui oleh kerabat korban, yang hendak bertemu ketika dihubungi melalui telepon selulernya tidak diangkat, menghubungi pengurus RT dan RW setempat, dan melaporkan ke jadian itu,"terang Kasat Reskrim polres Jember.

Untuk luka korban diketemukan dibagian kepala, lebih jelasnya nanti akan disampaikan setelah diketahui hasil dari otopsi. “Sementara dari hasil olah tkp yang diamankan ada beberapa barang yang diduga sebagai alat yang digunakan oleh pelaku”,  tukasnya. (eros)

Saat ini jasad korban sudah dibawa ke RSD dr Soebandi Jember. Polisi masih menyelidiki kasus ini, termasuk memeriksa sejumlah saksi, yakni kerabat korban dan beberapa barang bukti dikumpulkan untuk diamankan.  "Tadi sudah olah TKP, saat ini ditangani Polres," imbuhnya.

Sementara Yadi Ketua RW 07, Warga dikagetkan dengan tersiarnya kabar korban Gery, diduga menjadi korban penganiayaan dan meninggal dunia, Warga melihat keseharian yang berprofesi sebagai fashon stylis jarang bergaul dengan masyarakat sekitar.

"Awalnya keluarga menghubungi Gery mulai dua hari tidak bisa, karena tidak ada kabar akhirnya keluarga berinisiatif untuk mengunjungi ke rumah korban, sontak saja mereka kaget saat berhasil  masuk dari pintu samping melihat korban sudah tidak bergerak."pungkasnya. (wht).

Berita Terkait Kriminal

No comments: