"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Saturday, 8 August 2020

Pancasila Sebagai Idiologi Bangsa dan Pedoman Bermasyarakat

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pancasila merupakan idiologi bangsa yang  berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik bagi kehidupan masyarakat Indoensia.

Hal ini dipertegas The Faunding Father Kita Bung Karno, bahwa, Pancasila merupakan isi jiwa bangsa Indonesia sekian abad lamanya. Pilar Idiologi ini membuat lima sila mencakup seluruh aspek kehidupan

masyarakat, Mulai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan hingga keadilan.

“Idiologi Penting difahami untuk pedoman berbangsa, bernegara dan bermasyarakat”. Kata Anggota DPR RI Arif Wibowo saat Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara didampingi, Donny Tri Istiqomah, SH, MH dan Rosita Indrayati, SH, MH di Balung Sabtu, (8/8/2020).

Pasalnya, kata wakil ketua Komisi II DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan sekaligus anggota MPR RI dari dapi IV (Jember – Lumajang), Pancasila sebagai landasan fundamental dalam kehidupan berbangsa sekaligus sebagai pedoman berperilaku masyarakat Indonesia.

“Visi Pancasila adalah terwujudnya kehidupan berdasarkan Ketuhanan YME, kemanusiaan, persatuan, kepentingan rakyat, dan keadilan. Tanpa Idiologi dasar ini, masyarakat tentunya sulit disatukan, Dengan Pancasila, masyarakat bisa bersatu sebagai Bangsa Indonesia”,  jelasnya.

Pantauan media ini bahwa acara reses yang diikuti sebanyak 150 orang dari tokoh masyarakat, Tokoh pemuda dan organisasi masyarakat se kecamatan Balung ini tampak dinamis, dengan banyaknya dialog yang menanyakan berbagai hal.

Diantaranya pertanyaan mengenai tantangan Pancasila ditengah derasnya arus informasi seperti kehadiran media digital, seperti Media Sosial (Metsos), radikalisme dan sebagainya dan bagaimana langkah yang harus dilakukan oleh generasi muda untuk mengantisipasinya. (eros).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: