"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Monday, 17 August 2020

Para Sopir Jember Gelar Upacara dan Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ditengah sepinya penumpang akibat gerusan angkutan berbasis aplikasi Online dan wabah Covid-19, tak menyurutkan para sopir Anggkutan umum Konfensional Jember ini melakukan upacara Peringatan HUT RI ke 75.

Para Sopir angkutan kota (angkot), angkutan perdesaan, taksi, abang becak, ojek pangkalan dan sopir dump, truck yang tergabung dalam Paguyuban Insan Transportasi (Pintar) Jember ini tampak khidmad, bahkan ada yang hingga meneteskan air mata saat bendera merah putih dikibarkan.

Guna mencegah penularan Covid-19, para peserta yang juga diikuti buruh dari Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FKPAK) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember ini mengenakan masker dan berdiri berjarak dalam barisan sesuai dengan protokol kesehatan

Menurut Ketua PINTAR Jember Siswoyo, meski saat situasi sulit dan prihatin, penghasilannya menurun drastis, akibat hadirnya angkutan berbasis online dan dampak pandemi berkepanjangan, Upacara tetap dilakukan sebagai bentuk rasa cinta tanah air dan bangga menjadi bangsa Indonesia.

“Mamang saat ini masa prihatin, penghasilan kami turun hingga 80 persen, tak jarang pulang tanpa penghasilan. Namun penderitaan kami, tak sebanding pengorbanan para pahlawan”, katanya haru usai upacara, membentangkan berndera merah putih raksasa berukuran 50 x 3 meter, pembagian masker gratis dan penyemprotan hand sanitizer di sekitar terminal Pakusari.

Menurutnya upacara kali ini yang perdana " Inisiatif para sopir, karena sekian lama tidak pernah ikut upacara, semoga digelarnya upacara ini bisa lebih menambah para sopir untuk mencintai tanah airnya sendiri." harap pria yang juga ketua DPD serikat sopir Indonesia Jawa timur ini.

Ketua FKPAK PDP Jember Dwiagus Budianto menyampaikan, peserta memang dibatasi sekitar 100 orang, karena pandemi, jadi tidak mengerahkanseluruh pasukan. Insya-Allah Tahun depan kita ikutkan lebih banyak lagi, termasuk bendera kami ingin kibarkan bendera raksasa hingga 100 meter.

“Harapan kami kedepannya, karena Indonesia sudah merdeka, kami berkeinginan merasakan kemerdekaan yang sesungguh-sungguhnya, sejalan dengan semangat kemerdekaan, Buruh betul-betul merasakan kemerdekaan”, harapnya.

Abdu Syukur, Sopir Lin B jurusan Arjasa-Tawang Alun), yang menangis saat pengibaran merah putih mengaku terharu ikut upacara, pasalnya sudah lama tidak pernah terlibat dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, bahkan sudah puluhan tahun.

“Kami rakyat kecil berkeinginan ikut upacara, sebagai bentuk nasionalisme, patriotisme dan terima kasih kami kepada para pahlawan yang gugur mendahului kita, Upacara pada 17 Agustus ini, suasananya lain, berbeda dengan upacara setiap Senin, kami terharu, hingga tak kuasa menahan air mata, hingga menetes”, kata pria yang tinggal di Jalan PB Soedirman, Kecamatan Patrang ini.

Saat PINTAR melaksanakan upacara, dirinya  langsung ikut. “Ini pengalaman pertama sejak jadi sopir setelah lulus SMA tahun 97 lalu. “Perasaan berkecamuk dalam hati senang, sedih dan menangis mengenang  perjuangan para pahlawan yang mengorbankan nyawa demi merah putih, Mudah-mudahan amal baiknya diterima Allah SWT,” pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: