"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 22 October 2020

Komitmen Pemkab Jember dan Pihak Terkait Atasi Stunting

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemkab Jember dan Dinkes bersama pihak terkait Kamis (22/10/2020) gelar Rakor pencegahan dan penanganan stunting secara Luring dan daring.

Hadir dalam rembuk stanting bertema "Strategi konvergensi penurunan stunting" ini Plt Bupati Drs KH A Muqit Arief, Kemenag, Tim PKK, Puskesmas,Camat, Kades / Lurah, Bappeda, anggota Komisi D DPRD dan diikuti perwakilan Kecamatan secara daring.yang stantingnya meningkat signifikan

Plt Bupati Jember mengatakan, Stunting adalah gagal tumbuh pada anak balita, akibat kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan, seperti tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya.

"Data terkait stunting tahun 2018, Kabupaten Jember masuk urutan ke - 8 tertinggi dari 10 kabupaten di Jawa Timur. Jumlah stunting sebanyak 11, 83 persen atau 17.344 balita." kata Plt Bupati Jember yang kerap disapa Kyai Muqit disela-sela acara di Aula Pemkab Jember.

Menurut Kyai muqit bahwa masih tingginya angka itu, bukan berarti tidak ada upaya sama sekali dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan pihak (Dinas) terkait untuk menekan angka stunting. Namun sudah Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi memang harus diakui masih belum optimal.

"Ini juga berkaitan dengan pertumbuhan perkembangan Intelektual manusianya dalam hal ini Keluarga, maka seharusnya pembangunan sumber daya manusia menuju generasi unggul sangat diperlukan, oleh sebab itu diawali dengan membangun rumah tangga tangguh." Jelansnya.

Kepala Kemenag Muhammad, mengaku sejak 10 terakhir telah mengedukasi, setiap pernikahan harus punya sertifikat dan bimbingan nikah. "Ciri-ciri keluarga sakinah, mawaddah warohmah itu keluarga tangguh, punya anak sehat, cerdas, pintar dan berbakti ke orang tua dan Negara." Katanya.

Hal senada disampaikan Ahmad David, anggota komisi D DPRD Jember, menurutnya penyelesaian masalah stunting tidak bisa selesai hanya dari eksekusi penanganannya, tetapi juga terkait anggarannya, artinya anggaran harus memadai untuk menangani masalah stunting.

"Baik melalui dana yang dianggarkan melalui pusat, maupun yang kita anggarkan melalui APBD kabupaten Jember, nah setelahnya itu bicara bagaimana Kabupaten Jember ini bisa keluar dari masalah Stunting ini."  jelasnya . (Yond).

Berita Terkait Kesehatan ,Pemerintahan

No comments: