"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 22 October 2020

Peringatan HSN, Plt Bupati Jember; Santri Harus Bisa Menjaga Kesehatan

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dengan berpakaian ala santri, seluruh jajaran Forkopimda dan santri, Kamis (22/10/2020) gelar upacara Hari Santri Nasional (HSN) di Aula Pemkab Jember.

Upacara HSN bertema "Santri Sehat Indonesia Kuat" ini dihadiri Dandim 0824 Letkol Inf Laode M. Nurdin, ketua DPRD Itqon Syauqi, perwakilan Kapolres Kompol Edy Sudarta, ketua PCNU Kencong dan Ketua PCNU Jember, Kepala Kemenag dan ketua MUI Jember.

Seluruh peserta upacara yang juga diikuti oleh para Tahfidz Al - Qu'ran dari Ponpes Al - Ashar dan santri ponpes al falah desa Karangharjo Kecamatan Silo untuk Laki - laki pakai sarung, baju koko dan kopyah hitam, sedang perempuan berbusana muslimah.

PLt Bupati Jember Drs KH A Muqit Arief, menyampaikan bahwa peserta upacara kali ini, dibatasi dan mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan dengan berpedoman pada Protokol Kesehatan, mengingat tahun ini masih masa Pandemi Covid-19.

Karena Indonesia sedang Pandemi Covid 19, Upacara digelar Minimalis, hanya Forkompimda dan Santri saja. “Upacara juga diikuti secara Virtual  di 31 Kecamatan se Kabupaten." Ujar Plt Bupati yang akrab disapa Kiyai Muqit usai upacara di Aula PB Sudirman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember

Lebih lanjut Kyai muqit mengatakan, para pengasuh, Ustadz, Ustadzah dan para santri agar tetap meningkatkan potensi yang dimiliki  dengan melakukan sinergi dengan para pihak, namun di masa Pandemi Covid ini, harus tetap bersinergi dengan dinas kesehatan dan dokter.

"Karena merekalah yang sangat faham dengan kondisi ini, oleh karenanya seluruh aktivitas di pondok pesantrean bisa memahami kondisi pandemi yang terjadi saat ini, untuk itu harus menjaga kesehatan dengan melakukan pola hidup bersih dan pola hidup sehat." Harapnya.

Penetapan HSN, merujuk keluarnya resolusi jihad  yang melahirkan perang heroik bangsa Indonesia melawan Belanda pada 10 November 1945. “Saat itu  orang pesantren atau tokoh pesantren berjihad melawan penjajah hukumnya adalah wajib," jelasnya

Dandim 0824 Jember Letkol Inf La ode M Nurdin mengatakan santri merupakan kekuatan negara yang harus disiapkan dengan baik oleh karena itu para santri harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan tak henti-hentinya menuntut ilmu.

"Hari santri ini sinergi dengan program kegiatan Kodim yakni One Day One Pesantren dan di pesantren kita memberi materi wawasan kebangsaan, cinta tana air, kedisiplinan, agar mereka menjadi kader-kader bangsa yang berkwalitas dan bermanfaat." Katanya. (Yond).

Berita Terkait Pemerintahan

No comments: