"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Friday, 13 November 2020

Forsis Bondowoso Gelar Refleksi Perjuangan Kaum Santri

Bondowoso, MAJALAH-GEMPUR.Com. Dewan Koordinasi Cabang Forum Silaturahmi Santri (DKC Forsis) Bondowoso Jumat (13/11/2020) malam menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain diisi Shalawat Barzanji, forsis juga melakukan refleksi perjuangan kaum santri untuk NKRI, dilanjutkan dengan tahlilan dan doa bersama untuk para leluhur, ulama, pahlawan, dan demi keselamatan bangsa di tengah bencana Covid-19.

Ketua DKC Forsis Bondowoso, Yayan Hidayat menyampaikan terima kasih kepada pengasuh Ponpes Darul Ulum, para tokoh agama, dan sejumlah pihak yang ikut menyukseskan kegiatan ini," katanya di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari,.

Yayan mengungkapkan, lantaran Forsis Bondowoso masih baru. "Maka di kegiatan ini, pengurus kabupaten juga menyosialisasikan atau memperkenalkan diri, kepada masyarakat. Bahkan kegiatan ini jadi yang pertama," imbuhnya.  

Forsis akan akan menjalin hubungan dengan semua pesantren dan siap melakukan pendampingan dan menyokong program pesantren, jika dibutuhkan. “Kami punya kegiatan berbasis pesantren. Baik di bidang pendidikan, entrepreneur, intelektual, digitalisasi dan sebagainya," paparnya.

Sebab kata dia, di era digital ini santri harus punya daya saing. Tak hanya ilmu agama, tapi juga di lini kehidupan yang lain. "Keberadaan Forsis siap memfasilitasi itu. Siap menggagas pelatihan, atau pendampingan. Selalu berkoordinasi dengan instansi berbasis pesantren," tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesanteren Darul Ulum, Ustad Abdus Salam menyambut baik kegiatan itu, dan menyampaikan banyak terima kasih kepada pemuda yang tergabung dalam Forsis. "Semoga ini menjadi awal yang baik, bagi kita semua," jelasnya.

Dia berpesan pada santri dan Forsis, agar meneruskan perjuangan para ulama.  "Semoga menjadi santri yang menyampaikan ajaran yang sesuai ajaran ahlus sunnah wal jamaah an-nahdliyah," harapnya.

Ketua MWCNU Wonosari Ustad Wasik, mengatakan bahwa santri dan ulama sangat nyata memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. "Kita bids tensng beribadah, beker, sekolah mencari ilmu jelas berkat perjuangan kaum santri dan kiai-kiai sepuh yang telah mendahului kita," ujarnya.

Kemerdekaan bangsa Indonesia ini bukan pemberian belanda atau jepang, namun berkat perjuangan asli bangsa Indonesia, salah satunya kaum santri. "Pada saat ini yang patut kita pertanyakan, apa yang diberikan santri saat ini untuk kemajuan Indonesia," ujarnya.

Dia mengajak, santri selalu mempersiapkan diri dan merebut peluang yang bisa diambil oleh kaum santri pada saat ini. Menurutnya, santri harus berada di segala lini, dan santri harus bisa mengambil peran, sebelum peran-peran penting diambil orang lain yang tidak senafas dengan ajaran santri.

"Jika peran penting tidak diambil, maka santri akan menjadi korban kebijakan. Hal itu terjadi akibat pemeran pengambil kebijakan diisi orang oleh orang yang bukan ahlinya. Santri perlu belajar menulis agar bisa mengisi di jurnal, media baik cetak maupun online”.  Pungkasnya. (edi)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: