"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, March 28, 2014

Perempuan Bukan Sekedar Buruh

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Remaja asset bangsa. Uangkapan ini sering diungkap dalam tulisan,  pidato dan orasi kebangsaan. Hanya akhir-akhir ini, banyak remaja terjebak pergaulan bebas dan kekerasan.

Dari kasus yang telah teruangkap salah-satunya adalah pembunuhan mahasiswa POLTEK Jember oleh geng motor, gara-gara pesta oplosan seorang siswi diperkosa di kebun jati, hubungan seksual yang dilakukan oleh para remaja diperkebunan ataupun perampokan yang dilakukan oleh remaja untuk pemenuhan gaya hidupnya mulai dari barang elektronik ataupun untuk pesta miras .

Factor penyebabnya menurut pakar psikologi salah-satunya adalah pola asuh yang diberikan oleh orang tua. Pemegang peranan penting dalam pola asuh ini memang seorang ibu. Bukan berarti seorang ayah tidak memiliki peranan penting, namun intensitas ibu untuk bertemu dengan seorang anak normalnya lebih banyak daripada sang ayah yang bekerja.

Namun fakta dilapang kondisi perekonomian yang semakin memburuk dengan harga semua kebutuhan yang melangit membuat ibu akhirnya harus keluar rumah utnuk mengais uang dengan bekerja demi menopang ekonomi keluarga.

Inilah yang kemudian menggeser peran ibu dalam keluarga yang awalnya sebgai ibu rumah tangga dan pendidik utama anaknya menjadi tulangpunggung keluarga. Hal ini sejalan dengan lapangan pekerjaan yang banyak diperuntukkan untuk kaum hawa. Hal yang terlupakan adalah ketika sang anak yang merupakan generasi penerus masa depan negeri ini terlupakan karena faktor ekonomi.

Ekonomi bukan hanya tanggungjawab individu namun ada peran Negara yang sangat berperan dalam menyediakan lapangan pekerjaan pada sang kepala keluarga. Dalam menentukan harga di pasar, masalah tarif transportasi, gaji minimum, tarif rumah sakit dan smua fasilitas public semuanya berkaitan dengan pemerintah.

Seandainya kebanyakan ibu menjadi korban dari kebutuhan ekonomi yang semakin meninggi maka jutaan generasi harapan masa depan akan menjadi pribadi-pribadi yang tidak memiliki kemampuan menghadapi hidup, namun dia akan menjadi beban yang semakin merusak masa depan negeri ini.

Untuk itu diperlukan peran Negara untuk memberikan sebuah system yang melindungi anak, perempuan dan memposisikan perempuan pada tempat yang mulia sebagai pendidik generasi bukan sebagai seorang buruh.

Negeri ini butuh aturan yang memposisikan perempuan bukan sebagai komoditi  yang dinilai dengan materi tapi sebagai pencetak generasi yang unggul. Yang tidak membiarkannya memikirkan tentang kesulitan ekonomi karena dia focus hanya pada generasi, sehingga tidak tercetak remaja seperti yang sekarang ini ada. Namun tercetak generasi yg unggul ysng menentuksn kecemerlangan masa depan bangsa indonesia.

Oleh Naning wahyuni

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: