"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, November 21, 2015

Tangkap Pengangkut Sengon, Massa Kepung Mapolsek

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sekolompok massa berjumlah sekitar 40 an orang dari salah satu perguruan pencak silat asal Madiun yang berada di Jember, Jumat malam (20/11) datamgi Mapolsek Mumbulsari. Jember Jawa Timur

Mereka menuntut polsek membebaskan Totok Harsilah (33) warga Dusun Krajan Desa Seputih Kecamatan Mayang dan Taufik (38) warga Dusun Krajan Desa Suco Mumbulsari yang ditahan atas tuduhan menebang kayu milik PTPN XII Kebun Lengkong Mumbulsari.

Kedatangan simpatisan ke Mapolsek ketika pihak unit Reskrim Polsek Mumbulsari sedang melakukan pemeriksaan terhadap keduanya, karena jumlah massa semakin banyak, dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta pertimbangan kerawanan, keduanya dilepaskan namun keduanya tetap akan diperiksa sampai situasi kembali normal.

“Keduanya sudah dilepaskan mas, karena pertimbangan keamanan agar tetap kondusif, apalagi tidak hanya dari keluarga kedua pelaku yang datang, tapi masyarakat sekitar yang ingin tahu juga semakin banyak, sehingga keduanya diperbolehkan pulang,” ujar petugas yang wanti-wanti agar namanya tidak dikorankan.

Informasinya, penangkapan Totok dan Taufik bermula saat keduanya membawa gergajian kayu sengon dari Lengkong, ketika mobil pickup dengan nopol P 8742 TA yang digunakan mengangkut kayu mogok, keduanya didatangi petugas PTPN XII yang berinisial J salah satu waker PTPN XII, pada saat itulah keduanya diminta meninggalkan mobil dan kayu yang diakui dari lahan miliknya.

“Saat mobil yang saya pakai untuk angkut kayu mogok, ada waker PTPN XII yang berinisial J mendatangi saya, dan menyuruh saya untuk meninggalkan mobil, karena kayu itu saya ambil dari lahan saya sendiri saya tidak mau, lalu saya melanjutkan perjalanan namun saat di tengah perjalanan itulah saya didatangi dua polisi dan menanyakan surat-surat,” ujar Taufik.

Taufik juga menjelaskan bahwa kayu yang ia potong adalah kayu milik warga yang roboh akibat puting beliung, “Kayu itu punya saya dan punya pak Anis serta Pak Suci yang sudah roboh akibat puting beliung, karena tidak punya biaya serta jumlahnya yang sedikit dijual ke saya,” tambah Taufik.

Totok juga menjelaskan jika pada saat pohon roboh terkena puting beliung beberapa waktu yang lalu, pihak kecamatan dan desa juga melihat serta mengecek kondisi pohon waktu itu, “Bahkan pihak kecamatan ada yang memotret saat pohon tersebut roboh terkena puting beliung,” ujar Taufik

Atas peristiwa itu, Taufik Sabtu (21/11) datangi Mapolres Jember guna melaporkan J yang diduga merekayasa penangkapan dirinya, “Ini saya mau lapor balik, tapi masih disuruh menunggu petugas yang mau nangani kasus ini” ujar Taufik. Sementara kapolsek Mumbulsari AKP. Zuhri masih belum bisa dihubungi. (edw)

Berita Terkait Kriminal

No comments: