"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, July 19, 2017

Korban Arisan Bodong Mengadu Ke Kapolres Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Mendapat pengaduan, Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK, MH, Rabu Sore (19/7) temui Puluhan Korban arisan bodong di salah satu ruang  Mapolres Jember.

Setelah menemui pelapor, Kapolres menjelaskan bahwa, masih dalam pemeriksaan.  "Anggota masih melakukan pengambilan keterangan para korban, untuk didalami modusnya, para korban menyerahkan uang dengan iming-iming akan kembali kelipatannya, sehingga para korban tergiur." Ungkap Kusworo

Masih ungkap Kusworo, modus pelaku korban diimingi beli arisan dengan janji mendapatkan satu, dua sampai tiga kali lipat, seperti  menag undian arisan. "Para korban kerugianya bervariasi mulai 40 juta, hingga 120 juta bahkan ada yang satu kelompok menderita kerugian 300 juta dan bisa lebih." pungkas Kapolres

Sementara Evi Dwi Faranita, Warga Desa Sumber Kejayaan, Kec Mayang, salah satu pelapor saat ditemui terpisah mengatakan, ia sudah 1 tahun yang lalu ikut dan tertarik serta percaya karena, awalnya untung namun lama kelamaan merugi.

"Pertama beli arisan Rp.30 dapat Rp.600 rb paling lama nunggunya 1,5 bulan, bila nunggu 1,5 bulan setengah, ternyata dapat sungguhan, setelah itu ditawari lagi yang dengan lebih banyak lagi mulai Rp.1,5 juta mendapat Rp. 2,5 juta tergantung durasi nunggunya." Jelasnya

Lanjut  Ita, Kalau nunggunya lama maka harganya jauh lebih banyak keuntunganya, bila jangka 1 bulan bisa berlipat ganda, 5 juta bisa dapat 10 juta, Keuntungan berdasarkan lama nya menunggu 5 juta bila menunggu 1.1/2 bulan bisa dapat 15 juta."Uarinya.

Total kerugian dikelompok dan dirinya kurang lebih Rp. 150 juta, “Punya orang-orang lebih 120 juta, uang pribadi saya 35 jutaan, macet sejak awal Mei 2017, hanya dijanjikan sampai sekarang tidak ada kejelasannya.  Ia berharap, kasus ini segera ditangani secara hukum agar tidak ada korban lain. (edw)

Berita Terkait Kriminal

No comments: