"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 5 September 2018

Manajer Kebun PTPN XII Banyuwangi Sulap Kulit Kopi Jadi Pupuk Organik

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com. Banyak orang yang hanya jadi penikmat kopi PTPN XII Banywangi, karena citarasanya yang tinggi, namun tidak banyak yang tau kulitnyapun bisa untuk pupuk organik.

Dan hebatnya, pupuk organik ini mampu meningkatkan kesuburan tanaman sehingga bisa menaikkan produktivitas tanaman kopi itu sendiri, bahkan kemampuan menyuburkan lahan telah terbukti. Demikian disampaikan manager Kebun Kaliselogiri PTPN XII, Beni Hendrik Trianto, Rabu (5/9/18).

Sedangkan cara membuatnyamenurutnya adalah kulit kopi yang sudah dipisahkan dari bijinya dia proses menjadi pupuk organik (pupuk Bocasi) dengan diproses decomposisi, proses ini dimaksudkan untuk menurunkan unsur C/N.

Sedangkan cara pembuatan Bocasi yaitu mencampur kulit kopi dengan pupuk kandang, molase, dan EM4 (jenis mikroorganisme). Selanjutnya dilakukanlah proses decomposisi. Proses decomposisi selama waktu 2 minggu. Setelahnya, pupuk bocasi siap diaplikasikan ke tanaman, termasuk tanaman kopi.

Tidak hanya kulit kopi saja, namun air bekas pengolahan biji kopi juga tidak kalah manfaatnya. Menurut manager muda yang akrab disapa Beni ini, air bekas pengolahan kopi dialirkan ke tengah kebun. Di tengah kebun sudah disiapkan embung dengan luas bervariasi.

Ukuran embung mulai 2 X 3 meter dengan kedalaman 2 meter. "Air bekas pengolahan kopi ini kita gunakan untuk menyiram pohon kopi dan tanaman lain yang ada di areal kebun ini, Jika embung pertama telah penuh, maka air bekas pengolahan kopi akan mengalir menuju ke embung yang lain," sebutnya.

Total belasan embung yang ada di sekitar kebun Kali Selogiri. Dan embung-embung ini juga berfungsi sebagai resapan. Sehingga air bekas pengolahan kopi ini seluruhnya dapat dimanfaatkan. "Kita sebut ini sebagai konsep dari tanaman kembali ke tanaman," ucapnya. (kim).

Berita Terkait Pertanian

No comments: