"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Thursday, 6 September 2018

Sebanyak 19 TPP Desa dari Jember Ikuti Pelatihan di Malang

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com.  Sebanyak 19 TPP Desa dari Kabupaten Jember, Kamis (6/9/2018) pagi diberangkatkan ke Malang untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pendamping Desa.

Para Tim Pendamping Profesional (TPP) Desa yang diberangkatkan dalam  pelatihan yang digelar Satker Provinsi Jawa Timur ini masing-masing berasal dari kecamatan Jelbuk, Silo, Ledok Ombo, Kalisat, Mumbulsari, Rambipuji, Wuluhan, Puger, Pakusari, Panti, Ajung dan Gumukmas.

Masing-masing adalah, Rini Bahrianingsih (Pakusari), Hofi Susanto (Kalisat), Nurhadi (Ledok Ombo), Dodot Supriyadi ( Puger), Hariyono (Puger), Imron Rosyidi (Silo), M Badril Umam (Rambipuji), Taufikurrahman (Arjasa), M Rosyiful Aqli (Gumukmas) dan Yuyun Suwandiyani dari Kecamatan Jelbuk.

Kemudian, Saeful (Ajung), Moh Muhdi (Bangsalsari), Ahmad Didik Fitrianto (Mumbulsari), Hariyanto (Mumbulsari), Didik Hariyanto (Arjasa), Samsul Arifin (Panti), Tris Iful Bahrul Alam (Panti), Ami Zamzami (Wuluhan), serta M Agus Munib dari Kecamatan Ambulu.

Menurut Hariyono, salah seorang pendamping mengatakan, bahwa panggilan Satker ke Kabupaten Malang ini dalam rangka untuk mengikuti pelatihan. "Iya mas saya ke Malang ini untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pendamping," kata pria yang akarab disapa Rio ini.

Masih kata Rio, dalam kegiatan ini kita fokus pada materi program kementerian desa (Kemendes)  dalam hal ini adalah program inovasi desa (PID) yang nantinya program tersebut dicover oleh kecamatan masing- masing melalui Kabupaten yang telah di tandatangani SK nya oleh Bupati setempat.

"Program Inovasi Desa ini diharapkan agar dapat dijadikan sebagai penopang dari anggaran DD yang mana beberapa kegiatan yang ada di desa belum dicover oleh DD dan itu dibiyayai oleh Anggaran dari Program PID tersebut," lanjutnya.

Sebelum PID disosialisasikan ke Desa, oleh pihak kecamatan yang dibantu pendamping desa melakukan sebuah tahapan, seperti Musyawarah antar desa ( MAD ) dan dalam musyawarah tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Desa, BPD, LKD, keterwakilan perempuan serta Tokoh Masyarakat.

Selesai pelatihan ini kita berharap program yang akan kita sampaikan di desa dapat membantu desa dalam pembangunan, gali potensi, memunculkan produk unggulan serta inovasi- inovasi lainnya, sehingga kebutuhan yang memang jadi prioritas desa berharap dapat terpenuhi. Pungkasnya. (mam).

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: