"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 26 November 2018

Ribuan GTT - PTT Jember Gelar Aksi Tuntut Bupati Beri Gaji Layak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Bertepatan Hari Guru, Ribuan Guru dari Asosiasi Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (PTT/ PTT) Senin (26/11/2018) gelar aksi demo di DPRD dan Pemkab Jember


Merka juga menuntut Bupati Jember, dr Faida, MMR merefisi kebijakan tentang  Surat Penugasan (SP) menjadi Surat Keputusan (SK), kebijakan itu dinilai sangat merugikan para guru. Demikian kata Ketua Aliansi GTT – PTT Kabupaten Jember Ilham Wahyudi. S.Pd  saat aksi di Depan Pemkab Jember.

Pasalnya selama ini mereka hanya terima honor antara 250 - 300 ribu perbulan, belum lagi akibat SP itu mereka ditempat di daerah jauh dari Domisilinya. “Nah kalau honornya masih dibebankan sama Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sama Program Profesi Guru (PPG) tetap saja sampai 6 bulan”, katanya.

Akibatnya hingga 6 bulan ini menurutnya mereka banyak yang masih belum terima gaji. Untuk itu Ia minta penataan kembali dan honornya disesuaikan Upah minimpun Kabupaten (UMK). Jangan sampai gaji guru itu kalah dengan Sopir Ambulan, 1,7, sementara untuk gaji guru itu hanya dapat 250 – 300 perbulan .

“Saya sendiri ngajar selama 15 tahun mengajar Fisika hanya mendapat gaji 100 ribu, karena disekolah saya tidak ada PNS yang Fisika,  saya masih besar 100 ribu, ada yang 6 bulan tidak mendapat apa-apa, karena apa nunggu BBG dari Pusat 6 bulan”, jelasnya.

Ia meminta minimal gajinya seperti yang pernah dijanjikan Bupati Faida Rp.  1,4 juta rupiah per bulan. “Yang kami minta, berikan gaji itu setiap bulan, darimana uangnya darimana saya tidak tahu, wong bayar sopir ambulan saja kuat, bayar guru tidak mampu”, keluhnya.

Hal itu dibenarkan Nadirah, salah-satu guru SD Manggisan 3, untuk GTT yang SP pertama itu, selama 6  belum dapat honor. “kasiyan, apalagi  yang ditugaskan di luar Domisisi, jadi ada yang dilempar jauh, sementara honor yang biasaya tiap bulan, kini tidak dapat, katanya honor itu dikembalikan ke PPG”, katanya.

Menurutnya ada dua Honor BOS dan PPG, untuk PPG belum cair, yang bos dikembalikan ke Sekolah, dan itu keluarnya 3 bulan sekali. “Yang PPG 6 bulan kalau bos 3 bulan sekali, Padahal janji  Ibu Bupati kita akan dihonor Rp 1,4 juta, ternyata tidak, honornya dikembalikan lagi sesuai urutan masa kerja”. katanya.

“Gaji paling sedikit 500, jadi GTT yang diatas 13 tahun itu honornya setara yang 2 tahun, selisihnya cuma 100 ribu, padahal pengapdian saya sudah 14 tahun, Saya dapat 600 ribu, sedang honor dari sekolah masih belum, karena masih harus menunggu PPG” punkas Koordinator Kecamatan (Korcam) GTT / PTT Tanggul  ini.

Menanggapi tuntutan Guru itu, Ilhan yang ditemui Bupati bersama perwakilan, menyampaikan bahwa Bupati berjanji akan menata kembali, dan memperbaiki masalah gaji guru yang sesuai BOS, kalau Bos tunggu 3 bulan kan, nah, nanti akan dikasih setiap bulan dan dirinya minta gajinya jangan sampai kecil.

Sedang untuk tuntutan pergantian SP menjadi SK Bupati Jember agar ada legalitas yang jelas, sehingga bisa sertifikasi, bisa PPG kalau kalau SP menjadi SK, itu tidak dipenuhi oleh Bupati , alasan Ibu Faida, katanya karena bertentangan  dengan aturan jakarta katanya.

“Kami sebenarnya tidak terima, maksud saya SK Bupati saja dulu, sama SK Sopir Ambulan. “Sebernarnya gini SP dicabut diganti SK Bupati, tidak usah SK Pusat maksud kami ini, digaji sesuai UMK, atau seperti honor sopir Ambulan nggak usah ngajar punya gaji 1, 7, setidaknya 1.4 sesuai janjinya”, katanya.

Bupati maunya yang tidak dapat SP yang banyak itu akan diberikan SP 1 Desember 2018. “Saya sendiri tidak mendapat SP, Bupati juga janji akan memberikan gaji setiap bulan, janjinya Ibu dua yaitu akan menggaji GTT setiap bulan, yang kedua yang tidak dapat SP nanti akan diberikan SP”, jelasnya.

Untuk it mereka akan menunggu, apakah janji itu benar terealisasi. “Kalau benar, berapa gajinya, kalau gajinya masih sedikit saya tidak bisa membendung teman-teman ini, kan percuma kalau dapat SP tetapi gajinya masih tetap sedikit, sementara yang tidak dapat SP itu masih sekitar seribuan”, lanjutnya.

Begini yang diminta, Janjinya Ibu 1 Desember 2018, jika tidak maka kami tidak hanya mogok 1 bulan, semua teman-teman, 8.700 satu komando, semuanya kan berhenti. “Jiku pada 1 Desember tidak terima SP, berarti Bupatinya Bohong, Kami akan turunkan”, ancamnya.

Untuk itu kami masih menunggu hingga 1 Desember 2018, namun jika janjinya tidak terbukti, 8700 akan mogok pas dengan semester, pas dengan UNBK, kita akan mogok, dan kami akan turun tidak hanya guru, tetapi komite dan walimurid semuanya.

Yang dimutasi ke daerah-daerah yang jauh dari tempat tinggalnya juga harus dikembalikan.  “Menurut ibu kalau aksi, berbahaya, dalam waktu dekat guru-guru akan dipanggil katanya, “Saya kira Ibu Bupati Faida sudah memahami, tapi saya sampaikan jangan macam-macam dengan GTT / PTT”, pungkasnya. (yond).

Berita Terkait Pendidikan

No comments: