"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Monday, 25 February 2019

Di Jember, Bani Walisongo se Jatim Doakan Keselamatan Bangsa

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Puluhan pengasuh Ponpes Keturunan (Bani) Walisongo, Jawa Timur,  gelar refleksi historis syiar wali songo di pesantren Ash-Shiddiqi  Curah lele, Balung, Jember.

Dalam acara doa bersama bertajuk Simposium refleksi Historis dan Napak Tilas Perjuangan Walisongo yang dimpimpin Syayyid Muhammad Amin Al Jaelani Al Hasani dari Lebanon ini dimaksudkan untuk mendo'akan Keselamatan Bangsa.

Kehadiran  Syayyid Muhammad Amin bersama perwakilan Kasultanan Cirebon disambut oleh Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ash Sididiqi, KH Mas Muhlisinalahuddin. “Beliau mengajak para pengasuh Ponpes dan ribuan jamaah bersatu” kata KH Mas Muhlisin Alahuddin, Senin (25/2/2019) sore.

Tidak hanya dari kota Jember, refleksi historis atau napak tilas ulama dalam ikatan naqobah ansab auliya tis’ah atau naat juga dihadiri puluhan kyai pengasuh pesantren dari berbagai kota di jawa timur termasuk madura di bawah silsilah keturunan wali songo.

Selain untuk merajut hubungan kekerabatan antar ulama, napak tilas ini juga untuk meneguhkan pemahaman Islam Nusantara yang damai sesuai syiar para wali, di tengah maraknya ancaman islam radikal yang identik dengan kekerasan.

Menurtnya sesama Muslim harus saling menghormati, jangan sampai saling mencaci, kasihan umat dan membingungkan umat. “Kepada siapapun, apalagi terhadap Ulama karena hal itu bisa membingungkan umat, meski berjubah dan bersurban, sifat saling mencaci bukan potret rosululloh SAW." harapnya.

Apalagi menjelang Pemilu, kita harus bersatu, agar Pemilu berjalan damai tentram. "Saya yakin kalau masyarakat dan para ulama damai, Indonesia akan menjadi negara Baldatun Toyibatun Warobbun gofur, akan menjadi negri yang makmur dan terkaya di dunia."jelasnya.

Hal senada disampaikan ketua Majelis Naat Indonesia Inzamuddin, menurutnya kegiatan ini juga diikuti perwakilan kesultanan cirebon, serta kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sebagai perwakilan generasi milenial,  guna memberikan pemahaman islam yang penuh toleran.

Sementara Syayyid Amin Bin Muhammad Ali Al Jaelani Al Hasani, Cicit ke lima Sultonul Auliya Syaikh Abdul Qadir Al Jailani ini dalam arahannya menekankan kepada ribuan jamaat yang hadir agar menanamkan rasa cinta antar sesama Agama maupun antar anak bangsa. (edw).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: