"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Wednesday, 31 July 2019

Lapas Klas II A Jember Beri Bekal Ketrampilan untuk Bekal Setelah Bebas

Salah satu napi binaan saat dilatih membuat kerajinan, kredit foto: Edy/MG
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Lapas Kelas II A Jember memberikan bekal keterampilan dengan pelatihan kerajinan tangan agar setelah bebas, meninggal pekerjaan lamanya. Beberapa hasil kerajinan sudah dapat mereka buat, diantaranya bunga hias, dari tonggak pohon kopi, mebeler dan bunga kain akrilik, serta ayunan anak-anak, dengan nilai ekonomi tinggi.

Selain itu merangkai souvernir (bros, tasbih, gelang, gantungan kunci, jepitan dan lain-lain). Bahkan kebutuhan rumah tangga (tempe) juga mereka produksi. Tak hanya itu, warga binaan juga mahir dalam bidang tata boga. Seperti memproduksi pembuatan tempe untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Kepala Lapas Kelas II A Jember, Sarju Wibowo mengatakan, pelatihan-pelatihan itu tidak lain sebagai bekal untuk warga binaan selama di lapas. Memberdayakan mereka sehingga bisa menghasilkan produk-produk kreatif, Selasa (30/7) pagi.

Sebelum mengikuti pelatihan, ada pembagian keahlian dan minat yang warga binaan tekuni. Kemudian, membekali pelatihan sesuai bakat mereka. Langkah ini setidaknya diterapkan untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal dengan menepatkan sesuai skill dan minat masing-masing warga binaan. “Ini menjadi bekal mengembangkan mereka kalau sudah pulang dan kembali ke lingkungan,” ujar Sarju. 

Sementara Kasi Kegiatan Kerja Lapas Kelas 2 A Jember, Prianggoro Agung Wibowo menjelaskan, pelatihan dibimbing langsung oleh lembaga yang berkompeten. "Dan untuk pemasarannya kita bekerjasama dengan Pemkab Jember dan pihak Swasta serta membuka stand di hari cair free day maupun membuka pesanan di media sosial, Facebook, Instagram, konten YouTube, serta toko online Shopee," terangnya.

Agung mengklaim, hasil mereka bisa bersaing dan bisa diterima masyarakat terbukti mendapatkan order pohon kopi hias ruangan dan tasbih sebanyak 250 buah dari bank Syariah Mandiri untuk diberikan calon jamaah haji, dan pesanan ayunan dari Sekolah TK.

Salah satu Warga Binaan di blok Wanita Ana Kristian, yang harus menjalani proses hukum merasa senang menerima pelatihan yang nantinya bisa dilanjutkan ketika sudah bebas. "Untuk kehilangan rasa kejenuhan bisa  melakukan ketrampilan pembuatan aksesoris, bros, dan bando serta yang lainnya, yang bisa dibuat bekal setelah bebas." kata Ana yang tidak lama lagi menghirup udara bebas (*).

Berita Terkait Industri

No comments: