"Selamat kepada 14 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Lokal Aceh yang lolos menjadi peserta Pemlihan Umum Tahun Tahun 2019"

Tuesday, 27 August 2019

LPG Langka, Warga Kembali ke Kayu Bakar


Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Sejak lebaran lalu, di wilayah Kabupaten Jember bagian selatan, meliputi Kecamatan Gumukmas, Kencong dan sekitarnya mengalami kelangkaan tabung gas LPG 3 Kg. Akibatnya, pedagang makanan khususnya ibu rumah tangga merasa resah


Pemilik warung kopi dan rujak lontong di Desa Gumukmas, Mbah Karsun mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG di tempat ia biasa membeli gas. Mbab Karsun heran, sebab sebelum lebaran lalu, mudah untuk mendapatkan gas LPG yang diperuntukkan warga tidak mampu itu, Selasa 27 Agustus 2019.

Mbah Karsun bertanya-tanya, kenapa tabung gas serasa langka. Padahal, Mbah Karsun sudah keliling, namun usahanya sia-sia, toko yang biasa menjual tabung gas semuanya kosong. "Saya dapat satu buah dengan harga 18 ribu rupiah tapi sulitnya minta ampun sampai rebutan," ujar Mbah Karsun.

Selain Mbah Karsun, seorang ibu rumah tangga, asal Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Masruroh mengatakan, terpaksa menggunakan kayu bakar untuk masak sehari-harinya sebab toko tempat ia biasa membeli tabung gas kosong.

Masruroh mengaku terpaksa menggunakan kayu bakar. Meski saat ini, kayu bakar juga sulit di dapatkan, "Ibu-ibu yang lain katanya juga mengeluh karena sulit mencari gas. Bila ada, itu pun rebutan dengan pembeli lainnya," kata Masruroh kesal.

Toko pracangan di Desa Jatiagung, Desa Gumukmas yang juga menjual tabung gas eceran, Zainal mengatakan, kelangkaan tabung gas ini disebabkan adanya pengurangan stock di pangkalan. Sebelum lebaran, Zainal mendapat 30 stock tabung gas, namun usai lebaran hanya dijatah 8 tabung per satu minggu dua kali.

Zainal mendapatkan tabung gas dari armada keliling pada tingkat pangkalan seharga 16 ribu rupiah. Kemudian, ia menjualnya seharga 18 ribu rupiah. "Sekarang ini sudah telat seminggu lebih tidak ada pengiriman tabung LPG, sehingga kosong, pembeli banyak yang kembali pulang dengan kecewa," terang Zainal.

Pangkalan LPG 3 kg yang berada di kawasan Jalan Raya Kartini Desa Wonorejo Kecamatan Kencong, saat dikonfirmasi masalah kelangkaan Tabung LPG 3 kg. Pemilik Pangkalan, Ayun mengakui bila saat ini memang stoknya di kurangi, Ayun berdalih untuk pemerataan."Iya memang dibatasi , maksudnya bagus untuk pemerataan," ujar Ayun.

Ayun mengatakan, pangkalan miliknya , sekarang hanya mendapat jatah 100 buah tabung LPG dari Agen setiap dua hari sekali. Padahal, sebelumnya Ayun bisa mendapatkan jatah 200 buah bahkan bisa lebih. Ayun menjual kembali ke pengecer sesuai ketentuan yakni 16 ribu rupiah setiap buah.

"Pengecer kecil-kecilan banyak, akhirnya harus dibagi rata yang penting semua pelanggan mendapat jatah. Tapi, ya kebagian semua cuma ya itu, yang biasanya banyak sekarang pokoknya dapat yang penting merata mas," ungkap Ayun. (RF).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: