"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 12 December 2019

Pendemo Tolak Radikalisme di Jember Siap Berkorban Demi NKRI

Pendemo saat tiba di depan Pemkab Jember, doc: Fahmi/MG

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com - Ratusan massa mengatas namakan Tolak Penjajahan Idiologi (Topi) Bangsa demo menolak serta mendukung pemerintah untuk memusnahkan radikalisme, massa melakukan long march dari Talangsari hingga depan Pemerintah Kabupaten Jember, Kamis 12 Desember 2019.

 Koordinator aksi, Gus Baiqun mengatakan, tujuan dari aksi ini ingin menyuarakan dukungan kepada pemerintah untuk mengendalikan dan bahkan menghilangkan segala bentuk radikalisme. "Hari ini kita melihat banyak kelompok-kelompok yang mengaku beragama islam namun sengaja membenturkan agama dengan negara," ujar Gus Baiqun.

Topi Bangsa sebagai kelompok, sambung Gus Baiqun, yang juga beragama islam dan lulusan pesantren, paham dalil Al-Qur'an dan Hadits, belum menemukan bahwa agama dan negara terbentur. Pihaknya, mengingatkan kepada kaum muslimin seluruh Indonesia agar tidak terprovokasi sebagaimana yang disampaikan Habib Zainal Abidin bin Abdurrohman Aljufri, jangan mengikuti ulama meski memakai imamah, surban dan bergelar apapun bila konten ajarannya memusuhi pemerintah.

Karena, sambung dia, berarti orang tersebut bodoh atau orang-orang pembohong yang sebenarnya bertujuan hanya ingin menguasai negera ini, mengganti idiologi bangsa. Padahal, kata dia, pancasila sudah final dan tidak bisa diganti dengan idiologi apapun, "Saya besar dan hanya belajar di pesantren tidak pernah menemukan satu dalil pun yang membenarkannya," ucap Gus Baiqun.

Gus Baiqun bersama Topi Bangsa mengaku siap di belakang pemerintah untuk memusnahkan radikalisme dan mempertahankan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI serta UU 45. Sebab menurut Gus Baiqun empat hal tersebut sudah final dan merupakan landasan berbangsa dan bernegara. Bahkan, dengan empat tersebut hak muslim bagi non muslim dapat terjaga dengan baik.

Pesan Kyai Ahmad Siddiq, ujar Gus Baiqun, Al-Qur'an sudah mengatur seluruh isi alam ini, cukup lima ayat dalam Al-Qur'an dijadikan butir-butir pancasila untuk mengatur negara republik Indonesia. Gus Baiqun berjanji akan berdiri bersama masyarakat di belakang pemerintah untuk menegakkan pancasila, UUD 45 dan NKRI. Dia bahkan menegaskan akan menjaganya dengan nyawa sampai tetes darah terakhir tidak akan mundur sejengkal pun. (RF).

Berita Terkait Peristiwa

No comments: