"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Saturday, 21 November 2020

Pemkab Jember Gandeng Tokoh Agama Atasi Lonjakan Covid-19

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember gandeng puluhan tokoh agama guna mengatasi Covid-19 yang dalam sepekan terakhir ini semakin meningkat.

“Bahkan pada sepekan ini, perkembangannya, semakin membahayakan”, kata  Plt Bupati Jember KH. Muqit Arief usai rapat tertutup, bersama Tokoh agama, Kapolres AKBP. Arif Rocman Arifin, Damdim  0824 Letkol Inf. La ode M Nurdin  di Pendopo Wahyagrahawijaya. Jumat (20/11/2020) kemaren.

Kenaikan tampak mulai tanggal 13 hingga 15, dengan jumlah rata-rata diatas 20 orang,  Tanggal 16 Nopember ada 60 pasien, tanggal 17; turun menjadi 33 pasien, tanggal 18 kembali  60 pasien, untuk kenaikan tertinggi pada tanggal 19 yaitu  ada 107 dan tanggal  20 ada 54 pasien.   

Melihat perkembangan Covid-19 yang cukup tinggi ini, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Kecamatan Silo ini melakukan evaluasi dengan mengundang  puluhan  tokoh agama gun membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat agar disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Karena seorang Kyai akan selalu di dengar oleh masyarakat. sehingga kami sengaja menundang mereka supaya membantu pemerintah kabupaten Jember dalam mengatasi melonjaknya  pasien positif Covid-19 yang ada di Jember ini," jelasnya.

Ketua NU Jember K.H Abdulloh Samsul Arifin mengatakan akan berusaha menekan penyebaran Covid-19. " NU akan menggandeng semua Stakeholder, menekan perkembangan Pasien Positif Covid-19 di Jember ini,"terang ketua  NU yang akrab disapa Gus Aab ini

Meski, sejauh ini dalam setiap rutinitas NU belum ada yang terkonfirmasi Positif Covid- 19. Hal itu  tidak boleh disepelekan. "Kita tidak boleh menyepelekan begitu saja,  kita akan berusaha memahamkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan,"tandasnya.  (Naw)

Berita Terkait Kesehatan ,Pemerintahan

No comments: