"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Monday, 1 February 2021

Babinsa Di Jember Ini Bina Petani Memanfaatkan Lahan Tidur Tanam Pepaya

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Menjadi seorang prajurit TNI juga pengapdi negara, tidak lah membuat berhenti berinovasi untuk membantu petani membuat pupuk Cair organik.

Serda Dawud Babinsa Desa Karang Paiton, Kecamatan Ledokombo yang hobi membaca di Internet untuk mengimplementasikan teori yang diperolehnya  dan dipraktekkan dan sekarang sudah bisa dinikmati oleh para petani binaan di lima Kecamatan.

Pria Lulusan Sekolah Menengah Teknik (STM) jurusan pertanian ini merekut para petani i lima Kecamatan yakni, Sukorambi, Rambipuji, Bangsalsari, Ajung dan Ledokombo ini untuk  menanam pohon kates "Kami membina petani untuk menambah penghasilan.

“Untuk pupuk dan obat-obatan perangsang dan penyubur tanah, hasil dari olahan yang telah kami kembangkan dan bahan dasar abu sekam menjadi pupuk organik (pupuk cair Bio Top)," kata pria Asli dari Cilacap Jawa Tengah. Senin (1/2/2021)

Babinsa yang berdomisili di Perum Keramat 1 Jl Letjen Suprapto Blok J 12, Selain penyuplai obat-obatan, dan pemasaran. "Jumlah petani berkisar 30 orang, luas tanah, sekitar 25 hektar, usia tanam 2.5 tahun, panen pertama di usia 8 bulan, setiap 10 hari sekali petik," terang Bapak 3 anak itu.

Komandan Kodim 0824 Jember letkol Inf La Ode M Nurdin mengapresiasi  terhadap Serda Dawut Babinsa Desa Karang Paiton Kecamatan Ledokombo, yang telah berhasil mengembangkan hasil karya obat pupuk organik yang diciptakan dan memiliki petani binaan.

"Sebagai Babinsa berpartisipasi aktif dalam mewujudkan swasembada pangan. Sebab, ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan negara. Termasuk TNI, wajib berperan demi menjaga kedaulatan pangan, " kata Dandim 0824 Jember.

Keterlibatan Anggota TNI (Babinsa), di sektor pertanian kata Laode tidak mengganggu kerja-kerja dalam pertahanan negara. Sebab, personel yang dikerahkan adalah Bintara Bina Desa (Babinsa) yang akan memasuki masa pensiun. "Bukan pasukan tempur yang anda bayangkan," ucapnya.

"Personel yang dikerahkan merupakan bagian dari teritorial yang bertugas membantu dalam geografis, demografis, dan sosial demi kesejahteraan masyarakat, apa yang dilakukannya sesuai tugas pokok TNI, "jelas lulusan Akmil tahun 2001.

Lebih lanjut,  Mantan Dandim 0831 Surabaya Timur ini, menjelaskan bahwa TNI bertugas operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang (OMSP). selain itu TNI merupakan tentara rakyat, sehingga harus selalu bersama rakyat. (wht).

Berita Terkait Pertanian

No comments: