"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Tuesday, 16 February 2021

Jurus Hotel Luminor Jember Tingkatkan Hunian Di Masa Pandemi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Tingkatkan okupansi hotel di tengah Pandemi Covid-19, General Manager (GM) Hotel Luminor kabupaten Jember, Jawa Timur melakukan berbagai terobosan.

Diakui bahwa saat pandemi ini, tandangan perhotelan selama setahun terakhir ini semakin berat jika dibandingkan dengan sebelumnya. Beban penjualan juga semakin sulit, sebab beberapa daerah menerapkan Pemberlakuan pembatasan Kerumunan Masyarakat (PPKM) bersekala mikro.  

Akibatnya sejak awal pandemi covid-19 tahun 2020 hingga awal tahun 2021, tingkat hunian di hotelnya menurun drastis. “Alhamdulillah, diakhir tahun 2020, antara bulan Nopember dan Desember, pengunjung sempat naik antara 40% hingga 50%," jelas mantan Manager Hotel 88 Jember ini.

Namun pada Awal Tahun kembali turun, untuk itu perlu terobosan baru,” Kata General Manager (GM) Hotel Luminor Angga usai ngopi bareng bersama para awak media dari Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) kabupaten Jember, usai ngopi baren di Resto Hotel setempat Rabu (17/2/2021).

Di Hotel Luminor, tugasnya ditempat bari ini lebih kompleks, untuk itu harus bekerja keras, pasalnya banyak yang harus dijual, “Tidak hanya memasarkan kamar, juga  restoran dan sebagainya. "Untuk menarik pengunjung, Kita rencananya akan buat gorden party setiap seminggu sekali”, jelasnya.

Pasalnya di Luminor punya beberapa keunggulan yang tidak ada tempat lain. "Diantaranya ruang terbuka hijau, ruang 1 ruang 2, berupa tumbuh-tumbuhan, sehingga tempatnya lebih sejuk, kita juga punya kolam ikan Koi, jadi pengunjung kita manjakan dengan memberi makan ikan koi," Jelasnya.

Tentunya  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.  Pasalnya Hotel Luminor Jember ini telah memperoleh sertifikat Prokes dari kementrian Ekonomi Kreatif dan pariwisata. "Tentunya akan kita terapkan prokes yang cukup ketat," tegasnya. (eros).

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: