"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, 23 September 2017

Mengintip Kehidupan Warga Desa Terpencil Situbondo

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Desa Cobbuk kecamatan, Arjasa, merupakan salah satu desa pedalaman yang berada di balik hutan, Desa terpencil ini terletak di sektor selatan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Untuk menuju ke desa itu harus menempuh tiga jam perjalanan darat dari kota Situbondo, dengan melewati jalan dihamparan bebatuan padas berkelok-kelok di sepanjang lereng pegunungan. Mereka yang tinggal di Desa uu bersama 300 KK, hidup dengan segala keterbatasan.

Pasalnya mereka sangat tertinggal dalam berbagai sektor, baik sektor pembangunan, baik sarana dan prasarana infrastruktur jalan maupun sektor pembangunan sektor yang lain. Seperti jalan disana belum tersentuh aspal, kecuali baru 20 kilometer dengan kondisi jalan belum aspal,  Jalan lainnya berupa tanah dan kerikil.

Kalau musim hujan muncul kubangan di sana-sini, begitu juga kala cuaca panas, debu bertebaran dan potensi Longsor. Demikian juga Soal pelayanan kesehatan, warga harus menempuh kurang lebih 12 kilo meter, selain itu faktor sarana dan prasarana pendidikan yang  minim.

Ihwal layanan pendidikan, di desa Cobbuk hanya ada satu-satunya Sekolah Dasar (SD) dengan segala keterbasannya. Jika sudah tamat SD, banyak dari mereka yang tidak  melanjutkan pendidikan ke SMP bahkan SMA. Selain jarak yang sulit dijangkau, faktor ekonomi juga jadi penghalang. 


Maka tak heran, bila sudah selesai mengenyam pendidikan di SD, banyak anak-anak didesa Cobbuk memilih bekerja ikut orang tuanya bercocok tanam. "Hampir 98 persen warga sehabis tamat SD langsung bertani, sebagian melangsungkan pendidikan di pondok pesantren" kata Kepala Desa Arwiyatin, sabtu (22/09).

Menurutnya, mencari nafkah dengan bertani sudah jadi kebiasaan turun temurun. Sehingga, jika ada orangtua bertani maka mereka akan mengajak anak-anaknya mengikuti jejaknya. "Kemungkinan juga dikarenakan di desa kami hanya ada satu SD saja, namun belakangan, mulai memilih kerja di perkebunan. ," jelasnya.

Seperti saluran listrik yang hingga kini belum terealisasi padahal kata Arwiyatin , warga desa Cobbuk selama ini harus mengeluarkan kocek sendiri untuk menggunakan tenaga surya dan Genset . Warga desa Cobbuk  berharap  pemerintah merealisasikan aliran listrik ke desanya.

Dia berharap pemerintah mau memperhatikan pembangunan infastruktur desa  Cobbuk yang dihuni 300 kepala keluarga (KK).  Pemerintah juga diminta menjamin pendidikan warga desa Mulai dari SD, SMP dan SMA, dan bagi yang  ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, termasuk diberi akses pekerjaan. (Edo).

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: