"Majalah Gempur Online kini hadir di Aplikasi Play store atau Google play. Untuk berlangganan berita-berita terbaru kami, silahkan download Aplikasi ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mysel.majalahgempur"

Thursday, 6 August 2020

Pemkab Jember Minta Jatah Pupuk Urea Bersubsidi Petani Ditambah

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Stok menipis dan kebutuhan masih banyak, Pemkab Jember minta Pemerintah Provinsi Jawa Timur tambah jatah pupuk urea bersubsidi untuk petani.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sudah bersurat kepada  Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menambah jatah pupuk urea bersubsidi bagi petani,” kata Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, kepada sejumlah awak media di aula bawah Pemkab Jember Kamis (6/8/2020).

Pada saat rapat evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) Kabupaten Jember saat itu, wabup menguraikan bahwa  jatah pupuk urea bersubsidi untuk Petani Jember setiap tahun terus berkurang.

“Pada tahun 2018, Jember dijatah 94.945 ton. Kemudian tahun 2019 turun menjadi 90.975 ton, dan pada 2020 ini jatahnya hanya 47.018 ton. “Dipangkas lima puluh persen, Sampai bulan Juli 2020, serapannya sudah 90 persen. Sehingga tersisa 3.997 ton untuk sampai akhir tahun”, jelasnya.

Berkurangnya jatah itu disebabkan beberapa hal, yaitu cara pengajuan yang berubah. “Dulu pengajuan dari kelompok tani berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), namun saat ini berdasarkan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK)”, katanya.

Pengajuan elektronik itu, lanjutnya, banyak persyaratan tidak dipahami kelompok tani. Sebetulnya di pusat nominal anggaran pupuk bersubsidi itu tetap, tetapi, ongkos produksi yang membengkak memaksa terjadi pengurangan jatah. Untuk itu Petani diminta memahami kondisi itu.

Pemkab terus berkoordinasi dengan Pemprov Jatim agar penyediaan pupuk ditambah. “Untuk mengantisipasi kemungkinan terburk petani diminta mengubah dari pupuk tunggal menjadi pupuk majemuk, serta bisa menerima kehadiran pupuk organik. (eros).

Berita Terkait Pertanian

No comments: